Penurunan Tekanan Darah Penderita Hipertensi dengan Pemberian Air Rebusan Seledri (Apium graveolens L)

Kartika Mariyona

Abstract


World Health Organization menyatakan tekanan darah tinggi merupakan penyebab penyakit dan kematian paling penting yang dapat dicegah di seluruh dunia. Upaya pencegahan hipertensi dapat dilakukan secara farmakologis dan non farmakologis. Pengobatan non farmakologis dengan cara memanfaatkan tumbuhan alami, salah satunya seledri. Seledri memiliki kandungan zat astrigen dan flavanoid yang berperan sebagai diuretik untuk menurunkan tekanan darah. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh pemberian rebusan seledri terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Jenis penelitian Quasi Eksperiment dengan metode pendekatan pretest–posttest kepada 20 orang yang dipilih secara purposive sample. Subjek dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok kontrol dan intervensi. Kelompok intervensi diberikan rebusan seledri sebanyak 200 cc selama 5 hari. Analisis data menggunakan rerata tekanan darah sebelum dan sesudah dengan t-test. Hasil penelitian menunjukkan rerata tekanan darah sebelum 148/91 mmHg dan rerata sesudah 147/88 mmHg. Selain itu, terdapat pengaruh pemberian rebusan seledri terhadap penurunan tekanan darah (p value 0,001 p pada sistole dan <0,001 pada diastole). Kandungan ekstrak heksana, methanol dan etanol dapat membantu menurunkan tekanan darah. Penderita hipertensi dapat mengkonsumsi rebusan seledri untuk menetralisir tekanan darah.  

Kata kunci: Rebusan Daun Seledri, Tekanan Darah


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.36696/mikia.v4i1.72

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


MIKIA: Mimbar Ilmiah Kesehatan Ibu dan Anak (Maternal and Neonatal Journal) p-ISSN: 2580-0825 e-ISSN: 2599-1116